Minggu lalu, di twitterku di mention oleh Wina ( @nonawiina ), diajak untuk mengikuti Akademi berbagi yang pertama di Surabaya. Waktu itu bingung beneran deh, apaan sih Akademi Berbagi itu, yang dibahas apa, yang didapat disana apa. Akhirnya dapat penjelasan bahwa Akademi Berbagi adalah suatu event, yang memang berkembang dari social media, tempat di mana bisa saling berbagi, dan mengapa dikatakan berbagi ? karena semuanya free..Ide ini sudah pernah di Jakarta, Bandung dan juga Yogyakarta, dan dipopulerkan pertama oleh Ainun Chomsun (@pasarsapi).
Akademi Berbagi Surabaya, kepala sekolahnya adalah Mbak Shinta (@mbakchin), seorang crew marketing radio Suara Surabaya. Kebetulan, di pertemuan pertama ini, “guru” yang didatangkan adalah pak Iwan Setyawan dari Batu,Malang. Beliau dikenal sebagai seorang story teller dan author buku “9 Summers 10 Autumns” yang menceritakan perjalanan hidupnya dari Batu ke New York dan menetap di New York selama 10 tahun.
Siapakah sebenarnya pak Iwan ? Beliau lahir di Batu, dari keluarga sederhana, lima bersaudara. Hidup struggling di rumah yang kecil, dimana impian terbesarnya adalah memiliki kamar sendiri dan terpisah dari saudaranya, kamar untuk privasi dan untuk belajar. Dengan berbagai upaya, pak Iwan bisa kuliah di Bogor, dan angin membawanya bekerja di AC Nielsen Jakarta. Beberapa saat kemudian, tawaran itu tiba dan kekuatan Tuhan memindahkan beliau singgah ke New York, bukan hanya hitungan bulan, tetapi melewati 9 musim panas dan 10 musim gugur, sekitar 10 tahun. Di New York, pak Iwan berkarir hingga jabatan director, dan merajut mimpinya disana, beliau menaikkan taraf hidup keluarganya dan memberikan yang terbaik untuk mereka, termasuk pembangunan rumah dan juga pernikahan kakak dan adiknya. Hidup berkecukupan bukan segalanya untuk pak Iwan, beliau terusik , ingin berbuat sesuatu untuk banyak orang. Singkat cerita, beliau memutuskan untuk resign di New York dan kembali ke Batu untuk menulis. Pak Iwan menulis awalnya buku untuk keponakan-keponakannya supaya mereka tahu mengenai sulitnya kondisi keluarga generasi pertama, historical family. Tetapi, siapa sangka justru buku pak Iwan bisa menginspirasi banyak orang, dan hingga sekarang pak Iwan masih sibuk bercerita tentang bukunya itu kemana-mana. Really Inspiring !!
Well, Akademi Berbagi, salah satu ajang sharing selain PechaKucha, TedEx, Fresh, yang juga recommended untuk dikunjungi dan untuk membangun network. Ga rugi datang ke akademi berbagi I, meskipun waktu datang sempat shock karena kok semua perempuan, ini cowoknya minoritas, tapi akhirnya semua berjalan baik, dapat banyak inspirasi, dapat banyak ilmu, ketemu banyak temen baru, banyak quote yang penting yang sampai saya livetwit saat itu juga. Salah satu yang saya ingat adalah “Berlayar..teruslah berlayar,jangan menunggu keajaiban itu datang, berlayarlah menggunakan wisdom sebagai kompasmu.” Kata-kata yang superb, dan lebih beruntung lagi, aku berkesempatan dapat bukunya Pak Iwan, lengkap dengan tandatangan dan kartu nama. What a lucky day !! aku berharap acara ini akan berkelanjutan, dengan pembicara yang bervariatif, supaya akademi berbagi bisa makin besar dan makin bisa menginspirasi banyak orang.









sayang sekali aku ga tahu ada acara ini
next time ikutan ach ^^ – semoga ga ketinggalan berita lagi hahah
Wah, ntar kukabarin deh kalo ada lagi…ada twitter ? bisa follow saya di @tobzmind…ntar kalo ada lagi saya kabarin saya mentions
Asyikk ada namakuu..ada fotoku..kamu emang oke deh tobz.haha..ohya pertama kenal juga disini ya kita..wah..ngga akan terlupa pastinya #ihik :’)
hahahahah…ga akan terlupakan yaa….berkenalan denganmu mengubah duniaku…kyaaaaa…hahaha…thanks win