Sebelum kita masuk ke pembahasan sesuai judul diatas, ijinkan saya untuk sedikit mengulas tentang marketing dulu ya…namanya Personal Branding, atau kadang juga disebut Self Positioning. Apa sih kedua hal tersebut ? Kalian semua bisa googling dan menemukan banyak definisi tentang personal branding dan self positioning, tetapi kalau boleh saya ambil garis besarnya, Personal Branding atau Self Positioning adalah bagaimana kita berkelakuan, bertindak, berkarir, melakukan apa saja, sehingga memposisikan kita identik dengan suatu hal. Sounds ribet ya ?? Hahaha…Langsung masuk ke contohnya aja deh. Kalau ditanya bapak kuliner Indonesia, apakah kalian langsung mengingat Pak Bondan Winarno ? kalau ditanya penyanyi cewek luar negeri yang terkesan selalu cari sensasi, apakah kalian mengingat Lady Gaga ? lalu terakhir, kalau mendengar food photographer apakah kalian terbayang kawan saya Jiewa ? Nah, kalau iya, berarti at least kalian sudah tahu apa itu personal branding dari orang-orang tersebut diatas.

Jaman sekarang, orang dituntut untuk lebih menjadi spesialis daripada generalis. Menjadi seorang fotografer saja tidak cukup, keahlian spesifiknya ada di food photographer, atau candid photographer. Menjadi seorang dokter gigi tidak cukup, harus spesifik, dokter gigi bagian merapikan gigi yang tidak beraturan, dan sebagainya. Nah, begitu juga nih di dunia chef di Indonesia. Sudah banyak banget nama-nama Chef yang beredar dari masa ke masa. Siapa yang tidak kenal Rudy C di jaman dahulu, lalu ada juga om William Wongso, sampai ada juga chef yang menarik mata semua pria, Farah Quinn. Nah beberapa bulan terakhir ini menjadi era nya Chef Edwin Lau, yang memiliki personal branding Healthy Chef.

Edwin Lau, adalah seorang pria yang multi talenta, bukan hanya seorang healthy chef, tapi juga seorang trainer, host, bintang iklan, penulis buku, kolumnis, model dan juga musisi. Tak heran, apabila Farah Quinn digandrungi banyak pria, Edwin Lau bagaikan magnet buat para wanita di segala usia. Bukti terbesarnya, saat kami dari Marketing Petra ke Metro TV awal maret lalu, banyak banget tuh yang nyari Edwin Lau, saying waktunya tidak tepat sehingga tidak ketemu.

Beberapa saat yang lalu, ada iklan Mie Sedap yang baru diluncurkan, dan ternyata bintang iklannya adalah Edwin Lau. Awalnya saya tidak ‘ngeh’ atau tidak sadar, dan tidak saya anggap. Tetapi setelah kemarin mendengar celetukan mama saya yang melihat di FB temannya, saya baru tersadar sekian lama. Apa yang aneh ? Yap, dengan menerima sebagai bintang iklan Mie Sedap, Edwin Lau seakan melanggar personal branding yang dia sudah bangun sejak lama. Saya tidak mengerti apa alasan beliau menerima tawaran iklan tersebut, tetapi selama ini yang saya tahu, mie instan adalah makanan yang tidak sehat dan tidak bergizi. Tetapi seorang healthy chef menjadi bintang iklannya. O..oo…sekarang yang untung adalah pihak dari Mie Sedap, orang-orang yang tidak mengerti akan merasa kalau mie instan itu makanan bergizi, karena dipromosikan seorang healthy chef. Sementara, untuk orang yang mengerti, akan bingung, kenapa seorang healthy chef mempromosikan mie instan, which is akan membuat pamornya dia sebagai healthy chef menurun.

Well, semoga setelah ini, siapapun yang memiliki personal branding tertentu, belajar untuk mempertimbangkan segalanya sebelum menerima tawaran job ya. Postingan ini bukan untuk menyudutkan Edwin Lau, tetapi sebagai contoh pembelajaran untuk lebih baik kedepannya… Salam Sehat ;)