For all of you who run a culinary business, please make sure that you understand that culinary business is a service business and you must think a lot of aspects, NOT ONLY THE FOOD !!
Bebek Sinjay di Bangkalan ini adalah salah satu bebek yang terkenal di dunia persilatan kuliner Surabaya dan sekitarnya. Meskipun untuk makan harus nyebrang pulau, pecinta kuliner pun mbelain pergi kesana. Kemarin untuk pertama kalinya saya mencobanya bersama keluarga. Kalau mau tahu ancer-ancernya begini jalannya : Exit Suramadu, lurus terus ada perempatan traffic light lurus lagi, sampai pertigaan, ada tulisan ke Bangkalan kiri, ini belok kiri, lurus lagi sampai ketemu jalanan yang agak mengarah ke kanan, ikuti terus, sampai terlihat parkiran mobil ramai penuh, Bebek Sinjay nya di kanan jalan. Alamat tepatnya ada di Jalan Raya Ketengan, Bangkalan. Telp 031-3099574.
Jam 10.30an sampai disana, rumah makannya sudah ramai pengunjung, di meja depan sudah ada tataan berapa puluh dus yang dipesan. Kita pesan 6 porsi untuk makan di tempat dan 1 porsi untuk bawa pulang. Dan sejak itulah, saya berpikir quote yang saya letakkan diatas itu. Saat pesan, entah karena ramai atau apapun, kita tidak bisa memilih mau dada,paha,atau apalah, jadi sedapatnya saja. Pramusaji membersihkan meja, dengan menjumput sampah yang di meja, lalu yang tidak terambil, dilap begitu saja, diarahkan ke bawah meja. Then, pesanan 6 porsi itu keluar 1, lalu keluar lagi 1 yang bawa pulang, setelah itu yang 5 untuk makan ditempat nyantol entah dimana, dan orang yang datang belakangan sudah mendapat pesanannya. Begitu ditegur, lalu datanglah pesanan kami, 1 piring berisi nasi, bebek, kremesan, sambal pencit, timun, dan daun kemangi. And guess what, there is no standard here, ada yang dapat daun kemangi, ada yang tidak. Dan saat kita mau cuci tangan, ternyata ada juga wastafel yang tidak ada sabunnya. Which is sabun penting kalau makanan kita berminyak seperti bebek ini. Cool…
Masuk makanannya, entah karena saya overestimate akan Bebek Sinjay ini, rasanya kurang cocok di lidah saya, yah enaknya standard, gurihnya ada, then no more special. Katanya sih sambelnya yang enak, tapi berhubung saya tidak bisa makan sambel, ya sudahlah. Model bebeknya yang kering, tidak ada minyak yang biasanya justru menyedapkan rasa. Harganya dipatok Rp 11.000,00 per porsi.
Keuntungan bagi bebek Sinjay ini adalah, konsumen Indonesia kadang tidak memperdulikan urusan service, yang penting datang dan makan, apalagi kalau sudah punya nama seperti ini. Ramai dan ribet, service jadi urusan belakang. Dan orang-orangpun tetap berdatangan, kalau sudah begini, jelas saja bargaining position untuk konsumen jelas rendah, kasarannya adalah : Take it or leave it !! Ya sudahlah, Cuma bisa berharap saja, kedepannya manajemen Bebek Sinjay bisa terus memperbaiki diri, bukan hanya di bidang makanan, tetapi juga pelayanan.
NB : Review berdasarkan kunjungan sekali, mungkin juga kebetulan pas waktu itu saja, tetapi di lain hari kinerjanya baik. Semoga begitu. CMIIW







kapan hari ke situ ada tulisan “maaf habis”. tapi yang antri tetep aja bejibun.. karena merasa itu tipuan, akhirnya ikut ngantri dan ngantri ada mungkin 20 menit.. dan aku bungkus, jadi gak ngerasain pelayanan untuk makan disana.. kalo bungkus mungkin better deh,, tapi ya nunggunya yang lama.. and pas itu aku pesennya 10 porsi dan sepertinya boleh milih deh.. hohoho… oke… thx.. hahahah
Bungkusnyaa better? Helllooo?
Aku pernah kena sikut dan idung berakhir diketiak orang, setelah didorong2 dan kaki diinjak2.
Antri pesan 30 menit.
Antri naruh kertas pesanan 15menit (dan butuh 15menitan lagi untuk bebek sampe ke meja, itupun kalo pelayannya bisa nemuin siapa besan bebek berapa dan duduk dimana *sigh*).
Antri ambil pesanan, 35 menit lagi!
Wastafel jorok.
Bau WC kemana-mana, pesing booo.
Sendok garpu masih ada nasi bekas sebelumnya: kudu nyuci sendiri lagi, sblm makan.
Rasa: standard.
Sanitasi: misterius.
Seriously, I WONT GO BACK THERE!
Bungkusnyaa better? Helllooo?
Aku pernah kena sikut dan idung berakhir diketiak orang, setelah didorong2 dan kaki diinjak2.
Antri pesan 30 menit.
Antri naruh kertas pesanan 15menit (dan butuh 15menitan lagi untuk bebek sampe ke meja, itupun kalo pelayannya bisa nemuin siapa pesan bebek berapa dan duduk dimana *sigh*).
Antri ambil pesanan, 35 menit lagi!
Wastafel jorok.
Bau WC kemana-mana, pesing booo.
Sendok garpu masih ada nasi bekas sebelumnya: kudu nyuci sendiri lagi, sblm makan.
Rasa: standard.
Sanitasi: misterius.
Seriously, I WONT GO BACK THERE!
Hhaha….semakin menujukkan kalau servicenya ternyata tidak seragam dan sesukanya..can’t agree no more…won’t back there
Servisnya sangat buruk.. mereka hanya mikir duit masuk. ga mikri konsumen ini gimana nasibnya. Abis pesen konseumen cuma dikasi kertas.. lah yg lapor ke dapur siapa? ga ada rekapane.. akhirnya kita yg harus manggil2 pelayan..
Ahh.. andai sepi seperti pas dulu kesana pertama kali…
Ah, you got the point, brader…
btw lagi tergelitik buat menulis 1 tema yang berhubungan dengan food photography..tapi rada kontroversi nih..hehe…will discuss it with you, later
berdasarkan semua comment di atas, sepertinya ngga ada istimewanya Bebek Sinjay ini, terus kenapa bisa rame banget sampe ngantri gitu??? Apa yg membuat terkenal sii?
Ini bebek dulu masih sepi and mungkin banyak yang bilang enak…trus kelamaan karena rame, dan kualitas SDMnya biasa2 aja, jadi kelabakan deh…jadinya malah customer satisfactionnya menurun…gitu deh…masalah enak ga enak, kan selera :p
pelayananx agak lambat cz saking bnyakx pelanggan,bagi kamu xg bilang bw wc kmn2 itu gk bner,dasar tukang fitnah lho,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.
hehhe..feel free to comment
Saya pernah ngantri sampe 1 jam di sana, tapi karna sekali-sekali aja makan ke sana jadinya ga terlalu masalah. Yg paling kecewa pasti yg sudah datang dari jauh. Saya paling suka sambel mangga mudanya.
yup..benar, yang udah datang jauh-jauh, kalau pelayanannya kurang baik atau udah habis,pasti kecewa..makasih ya udah mampir
kalo menurutku sih memang untuk service kadang sedikit mengecewakan untuk masalah kebersihan. tapi untuk masalah rasa mungkin itu masalah selera ya, karena memang aku lebih suka bebek tanpa minyak yang banyak jadi aku anggep bebek sinjay ini enak. kremesannya juga enak menurutku. tekstur bebekyang garing dan lembut yang bikin enak.
iya, saya menitikberatkan ke service sih, tapi kmrn ibu saya kesana lagi katanya udah mendingan, udah lebih baik..baguslah kalau begitu
kalau mencari yang lembut, cobalah sekali2 Bebek Jaguar Bendul Merisi dekat kompleks AURI…dijamin lebih enak dari Sinjay,mas