Kemarin tanggal 11 Desember 2010, saya dapat undangan untuk menghadiri sebuah acara drama natal yang diselenggarakan oleh ICA, yang bercerita tentang The Legend of St.Nick. To be honest, I don’t even know or ever heard something about both of them, ICA atau St.Nick. Yang terbayang pertama adalah Nick Si kepala-nyaris-putus yang di Harry Potter…Hahaha…
Sekilas mengenai ICA yang saya tahu, ICA singkatan dari International Christian Assembly, sebuah gereja yang ibadahnya full English, lalu disana juga banyak jemaat ekspatriatnya. Saat ini menurut Facebooknya, ICA ada 2, yang East ada di Galaxy Mall 2 4th floor, sementara yang West ada di Rooftop SPI lt 6. Sementara Ibadah di ICA West ada pukul 08.30, 10.30 dan 16.30. Seumur-umur baru tahu lho kalau diatas situ ada gereja, gedungnya lumayan besar buat 800 orang lebih lagi J Buat yang pengin merasakan ibadah dengan bahasa Inggris, silahkan meluncur kesana.
Mengenai The Legend of St.Nick, aku sendiri baru tahu kalau ini adalah legenda Santa Claus yang diadopsi dari fiksi film “ Santa Claus Is Coming To Town “. Cerita garis besarnya adalah tentang ada seorang bayi kecil yang dibuang dalam keranjang, bertuliskan “Nicholas Claus”, dibuang di depan pintu panti asuhan yang dikepalai oleh Father Frankfurter, yang menjadi bawahan Burgermeister, kepala desa Somberton, nama tempat itu. Di Panti asuhan itu, tiap anak kecil dipaksa bekerja rodi untuk membuat kaus kaki, yang dijual untuk kepentingan pribadi Burgermeister. Burgermeister juga melarang adanya mainan di Somberton, dia beranggapan mainan membuat anak-anak malas bekerja. Singkat cerita, bayi Nick dibuang lagi oleh bawahan Frankfurter, dan ditemu oleh Tante Kringle, seorang pembuat mainan yang memiliki banyak anak yang membantunya. Oleh tante Kringgle, dia diberi nama Kris Kringle. Kris tumbuh menjadi orang yang baik hati. Hingga suatu saat Kris hendak ke Somberton untuk nekat membagi mainan, tetapi dilarang, karena hutan yang dilewati ada dibawah kuasa Penyihir Winter Warlock. Singkat cerita, karena nekat si Kris bisa lewat, bahkan menjadikan si penyihir itu temannya, karena dia mau bertobat. Akhirnya beberapa mainan bisa masuk ke Sombertown, lalu Kris berencana untuk datang waktu malam natal, untuk membagi mainan ke semua anak di Sombertown dengan cara naik kereta rusa terbang yang disihir Winter Warlock. Sayang setelah bertugas, Kris tertangkap oleh komplotan Burgermeister. Tetapi pada akhirnya, Kris bisa bebas berkat kesaksian dari anak-anak panti asuhan dan juga bawahan Burgermeister yang bersaksi pada pejabat pemerintah, yang mengatakan kalau Burgermeister dan Frankfurter ini jahat pada anak-anak. Alhasil mereka diperintahkan untuk dipenjara. Lalu saat itu Kris Kringgle tahu kalau dia dulunya bernama Nicholas Claus. Hingga sekarang legenda itu tetap dipercaya anak-anak dan menjadi Santa Claus yang kita kenal.
Saya menikmatinya bersama James dari G.Co Design. Drama ini diperankan dengan baik oleh perpaduan jemaat lokal dan ekspatriat. Berbentuk Drama musical juga karena beberapa kali ada nyanyinya. Plus juga komedi, karena tak jarang penonton tertawa karena ekspresi pemeran. Dengan lighting dan sound yang bagus, kita juga terbantu dengan adanya translation bahasa Indonesianya, maklum bahasa Inggris pas-pasan. Ada juga penampilan dari Shandy Thema, salah satu artis ibukota. Anyway, good job dari committee dan juga setiap pemerannya, hampir tidak ada masalah berarti. Kami juga disambut baik dari datang sampai pulang. Terima kasih undangannya…lain kali diundang lagi ya
Pengin nih sekali-sekali ikut ibadahnya. Let’s See..See you later..God Bless…












No Comments Yet - be the First!