Selamat datang di Surga kuliner Surabaya Timur. Kata-kata inilah yang cocok diberikan untuk Apong Resto, restaurant terbaru di Jalan Manyar Kertoardjo Surabaya, sentra kuliner di Surabaya Timur yang terus berkembang pesat. Surga bagi pecinta kuliner, belum tentu Surga bagi tiap restaurant. Mengapa ? Sebab persaingan disana sudah begitu penuh, memang benar pasarnya sangat menjanjikan, tetapi jangan lupa juga, resikonya juga besar karena bisnis makanan adalah masalah rasa dan selera orang.

Salut juga kalau lihat Apong ini memasuki persaingan red ocean yang berdarah-darah, bisa dibayangkan, kalau di Manyar Kertoardjo ini, resto yang mengusung konsep seafood, sedikitnya sudah ada 5 : Layar, Istana Berkat, Banana Leaf, Ramayana dan Cianjur !!! dan beberapa pemainnya bukanlah pemain baru. Salut untuk Apong karena berani invest besar di bisnis kuliner ini. Kalau dilihat lebih lanjut, Apong tidak bodoh, dia punya positioning yang tepat sehingga dia bisa fokus menyasar segmennya, dia membidik pasar pecinta seafood Makassar yang terkenal dengan berbagai macam aneka hasil laut yang melimpah. Tak heran, mereka mendatangkan berbagai macam jenis ikan fresh dari Makassar. Bahkan namanya pun banyak yang baru saya dengar !!

Karena positioningnya adalah seafood Makassar, tentu andalannya adalah berbagai ikan asli Makassar. Ikan yang tersedia antara lain adalah : Sunu,Bandeng,Ila, Titang, Baronang, Papakulu, Kaneke, Cepa, Mangali, Kudu-kudu, Katamba, Kakap Merah, Sukang, Salamata, Lacukkang, Muna, Bungabaru, Patikoli dan Eskolar. Rata-rata harganya adalah 9k-15k/ons. Pilihan cara masaknya bisa dengan bakar rica, parepe, goreng, asam manis, rica manado, angsiohi, sampai woku dan palumara. Ini juga cukup jarang ditemui di resto lainnya,sehingga jadi nilai plus buat mereka. Selain ikan, mereka juga menyediakan cumi, udang, kepiting dengan harga sekitar 12k-15k/ons. Dengan aneka sayur yang berkisar antara 18-25k.


Well, di kesempatan yang kemarin, saya berkesempatan mencoba 3 masakan. Yang pertama adalah Cumi goreng tepung seharga 35k, Papakulu bakar parepe ( kecap bawang ) seharga 9k/ons, dan tauge ikan asin seharga 20k. Juga mencoba otak-otak, tapi maaf, harganya tidak tercatat. Sebenarnya kepingin nyoba ikan Sukang, tapi adanya waktu itu yang ukuran besar, jadi terpaksa makan Papakulu deh. Kalau dari rasa, sejujurnya rasanya standart, masih bisa ditingkatkan lagi. Cumi goreng tepungnya biasa, terkesan kurang renyah, kurang kriuks…kalau Papakulunya, berhubung udah sering makan papakulu, jadi lidah saya tidak berasa special. Untuk masalah harga, sorry to say, menurut aku kurang begitu worth it untuk rasanya.

Semua pemilik restoran seharusnya tahu bahwa resto bukanlah hanya bisnis masalah makanan saja, tetapi melainkan full service mulai saat parkir, masuk, pesan, makan, dan bayar. Semuanya masuk dalam sebuah pelayanan yang dinilai oleh konsumen. Nah saya melihat ada beberapa hal yang Apong bisa tingkatkan lagi demi kepuasan konsumennya. Antara lain adalah menu yang cenderung sedikit ( mungkin mau fokus ke ikan ), lalu official parkir yang kurang ramah ( mungkin karena waktu itu rame sekali, jadi senewen dia ), harga ikan yang ga dipublish ( harga ikan memang naik turun, mungkin bisa pakai semacam papan di bank, papan buat daftar bunga bank itu :) ), lalu gambar di menu, tidak sesuai dengan daftar list menu ( di list menu tidak ada kepiting telur asin, tapi di gambarnya ada, ini menimbulkan kerancuan ).

Tetapi di balik semua itu, hal plusnya juga ada. Saya suka sekali sama pilihan font yang dipilih, font Rockwell, sama dengan desain kartu nama saya :) . Lalu adanya tempat duduk untuk menunggu di saat resto penuh, lalu ada sistem control tiap beberapa menit untuk memastikan makanan cepat tersaji, lalu terakhir ada form kritik dan saran yang berguna untuk membangun Apong untuk lebih baik kedepannya. Begitu juga pelayanannya, waiter dan waitress nya cukup baik dan semuanya rapi. Semoga kedepannya Apong bisa lebih baik, sehingga tetap bisa terus bersaing di Surga kuliner Surabaya timur :)