Well, kalau ditanya maskapai penerbangan apa yang paling sering aku naikin, jawabannya adalah penerbangan dengan kode depan QZ, yakni AirAsia. Ga tahu kenapa, AirAsia dimataku berbeda dengan penerbangan lainnya. Menurut aku, AirAsia adalah lifestyle, seperti contohnya di Coca-Cola dan Starbucks. Mereka adalah lifestyle, more than their physically based. Dan begitu juga AirAsia buat aku. Aku udah ngikutin cikal bakal AirAsia dari sejak masih AWAIR, aku ngerasain gimana nunggu di delay lama banget, dan orang-orang pada marah-marah di kantornya AWAIR Soekarno Hatta, trus berubah jadi AirAsia Indonesia… What a progress for them !!
Post ini akan terbagi jadi 2, sekarang lebih kearah introduction latar belakang AirAsia dulu, nanti di bagian kedua aka nada sedikit alasan kenapa AirAsia bisa sampai semurah itu. Sekilas tentang AirAsia, mereka diakuisisi oleh Tony Fernandes dari DRB Hicom pada Desember 2001. Tony adalah orang yang luar biasa menurut aku, bagaimana tidak, latar belakangnya sebelum mengakuisisi AirAsia adalah sebagai Wapres Times Warner Music Southern Asia. Latar belakangnya tentang music, jauh banget sama transportasi. Tetapi Tony mau belajar dan belajar langsung dari orang yang tepat. Setidaknya Tony belajar dari ahlinya, Stelios Haji Ionnou pemilik easyJet, dan juga Connor McCarthy, COO dari RyanAir. easyJet dan RyanAir adalah sama-sama maskapai penerbangan berbiaya rendah yang sudah sukses sebelum AirAsia ada. Contoh yang lain adalah Southwest Airlines. Mau tahu seberapa mahal AirAsia dibeli Tony ? RM 1 Saudara-saudara…tapi memiliki tanggungan sebesar kira-kira Rp 100 Milyard
Percaya ga percaya, AirAsia menjadi maskapai penerbangan low cost pertama di Asia yang benar-benar mengerti dan konsisten dengan apa yang disebut oleh low cost carrier. CMIIW sih, tapi aku merasa perusahaan lain yang menyebut sama-sama low cost, masih berbeda dengan konsepnya AirAsia. Meskipun sekarang competitornya udah banyak banget seperti ValuAir,Jetstar Asia, Nok Air, Cebu Pacific, Kingfisher Red, Jagson Airlines, TigerAir, Oasis HongKong (almarhum ) dan Viva Macau (almarhum ). Tapi mereka semua gaungnya kurang terdengar dan jelas kalah sistem branding dan pemasarannya dari AirAsia, malah akhirnya ada yang pailit tuh…
Setelah di Malaysia, AirAsia mengepakkan sayapnya ke Thailand, membentuk ThaiAirAsia dan ke Indonesia, IndonesiaAirAsia. Mereka mengakuisisi AWAIR hanya seharga USD 2 ( tapi menanggung utang lo ya…), dan mendapat pasar lebih dari 250 juta penduduk. Awesome !! terlebih orang-orang Indonesia adalah orang yang cukup konsumtif, suka travelling, dan tentu saja suka hal yang murah. Tony benar-benar jeli membaca peluang di Indonesia. Di dua negara itu AirAsia berkembang pesat, sebelum akhirnya mengeluarkan AirAsia X untuk penerbangan jarak lebih jauh lagi.
Nah, sebenarnya apa sih yang membuat AirAsia bisa begitu murah, nda bangkrut, dan justru meraup untung miliaran rupiah, dan angka keuntungannya terus beranjak naik. Kunci utamanya adalah Efektif, Efisien, dan Konsisten !!! Hayo ingat-ingatlah Akuntansi Manajemennya yang pada ngambil Fakultas Ekonomi…hahaha…Tunggu tulisan saya berikutnya…






Ditunggu deh alasan mengapa AirAsia harganya low cost begitu. Btw paragraf ke-4 dari paling atas kalimat ke-2, apa bener itu akuisisinya cuma 2 dolar???
Hm, bener kok ion..dia akuisisi 2 dolar, dengan utang dibelakangnya jadi tanggungan airasia…berapa utangnya kurang jelas aku…tapi kalo waktu tune air membeli airasia, itu 1 ringgit, dengan utang dibelakangnya sekitar 100 M…
AWAir, dulu sempet diberitakan kepanjangannya adalah Abdurrahman Wahid Air. Is that true?
Yeaah…it’s true bro…
…
ini cuplikan wikipedia : “The airline was established as Awair (Air Wagon International) in 1999 by Abdurrahman Wahid, former chairman of the Nahdlatul Ulama Muslim organisation. He had a 40% stake in the airline which he relinquished after being elected president of Indonesia in October 1999. It started operations on 22 June 2000 with Airbus 300/310 aircraft, but all flights were suspended in March 2002. Awair started operating domestically within Indonesia as an associate of AirAsia in December 2004. On 1 December 2005 Awair changed its name to Indonesia AirAsia in line with the other AirAsia branded airlines in the region. AirAsia has a 49% share in the airline.”
Aku lagi mau nyobain terbang sama Ryan Air dan Easy Jet di Europe, ntar aku kabarin ya gimana experience-nya, dibandingkan dengan Air Asia. Sekilas emang mereka bandrol harga abis2an si, kemarin ada promo ke Stockholm, Sweden cuma Eur 5. No tax, trus ya ada booking n traveling period-nya. will keep you posted
woke…ntar kamu review yaaa…
apalagi di sini, promo pesawat murah gila2an.. ada yang birthday sale gitu tiketnya gratis cuma bayar pajak yang sekitar $20..
air asia juga kadang di sini ngasih sale “$1 ticket”..
dan yang lebih gila lagi dia ngasih FREE TICKET kadang2.. bener2 free dan kadang ga lokal.. dari aussie ke bangkok contohnya..
kapan hari aku naek VirginBlue..
semuanya harus bayar untuk extra feature..
makanan minuman bayar..(biasa)
extra space antar kursi, bayar..
selimut bayar..
bantal bayar..
dan semuanya cm bs pake credit card..
lalu di atas meja lipat itu ada monitor dan mesin gesek.. tinggal gesek CC, bisa nonton film..
tak tunggu lanjutane..
wow..it’s cool ya…kalo misale ada credit cardnya tinggal gesek disana…nice…aku penasaran gimana bisa extra space antar kursi..wkwk…kaya gitu pasti teknologine jalan kabeh soale connect dengan apa yang kita bayar toh ? bener ga ?
disini AA juga kasih sih yang 0 rupiah…nice juga…walo ga pernah dapat..haha..bentar lg bro lanjutane..ini kmaleman..besok deh…
iya basically kamu pesen lewat internet gt lalu tinggal tambah extra feature yang km mau..
hmm yah emg gila..haha
Nice Thread ^^. W juga fans Airasia ^^
waah..sama bos Dani..makasih ya udah mampir